HASIL
ANALISIS
TENTANG
MEDIA PEMBELAJARAN
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Ujuan Tengah
Semester
Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen: Titin Yuniartin M.Pd
Disusun oleh :
Nama : Tia Ardianti
NPM : 11.07.0310
FAKULTAS TARBIYAH (PGMI III B)
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS JAWA BARAT
2012
DIBALIK
MANFAAT TEKNOLOGI
MUTAKHIR
Sehubungan dengan
tugas mata kuliah Media Pembelajaran, saya akan menguraikan analisis yang sudah
saya lakukan tentang Media Pembelajaran. Media pembelajaran itu sendiri adalah
alat untuk menyalurkan pesan atau informasi guna tersampainya suatu proses
pembelajaran sehingga dapat merangsang perhatian siswa sedemikian rupa. Dilihat
dari segi perkembangan saat ini, media pembelajaran dengan teknologi mutakhir lebih
dipandang mudah karena dianggap lebih rinci dan mengena kesegala aspek. Salah
satunya yaitu adanya internet yang telah menjamur keseluruh daerah. Tidak saja
mengenal rinci tentang berbagai informasi, tetapi juga mempermudah berbagai
kalangan mendapat informasi yang dibutuhkan secara efisien. Teknologi internet
adalah teknologi yang perkembangannya paling cepat di dunia. Berbagai aspek
kehidupan ada di dalamnya. Maka tidak heran banyak yang menggunakan jaringan
internet dalam proses fasilitas dan aktifitas untuk mendukung pembelajaran. Sebagai
media untuk mempermudah proses belajar mengajar di sekolah, diharapkan jaringan
internet harus mampu memberikan dukungan demi berlangsungnya pembelajaran.
Dalam melaksanakan tugasnya, guru diharapkan pula dapat menggunakan alat atau
bahan pendukung dari alat yang sederhana sampai alat yang canggih. Karena itu,
guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media internet iini.
Kesulitan dalam penyampaian informasi para pendidik juga bisa lebih
terminimalisir dengan adanya teknologi internet. Penerapan mata pelajarannya
pun dengan modus penyampaian yang bervariasi sehingga dalam proses belajar
mengajar tidak selalu monoton, karena tidak menutup kemungkinan akan terjadinya
kejenuhan peserta didik dalam proses menerima informasi. Namun, pendidik juga
harus pintar dan jeli dalam penggunaan dan pemilihan bahan, jangan sampai bahan
yang dipilihnya tidak cukup terkuasai sehingga peserta didik tidak merasakan
kepuasan tersendiri karenanya. Atau bisa juga karena adanya ketidak cocokkan
antara bahan ajar dan penyampaiannya, peserta didik menjadi jenuh dan tidak
menyukai pelajaran yang kita sampaikan. Disinalah pentingnya peran pendidik.
Dalam posisi seperti ini, penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa –
apa saja yang dapat dilakukan oleh media, yang mungkin tidak mampu dilakukan
oleh guru. Dengan hadirnya media internet, bisa dikatakan guru bukanlah satu –
satunya sumber belajar, tetapi sebagai fasilitator. Bahkan bisa juga internet
dijadikan sumber belajar, karena cakupannya yang lebih luas.
Berbicara tentang internet, di satu sisi
sangat banyak keuntungan di dalamnya, namun disisi lain sangat di sayangkan
banyak pihak yang sengaja menyalahgunakan media pembelajaran ini. Segala
informasi sudah diterapkan dan merambah cepat, sangat sulit mencegah berbagai
situs - situs tak bermoral untuk tidak dilihat oleh siswa siswi. Generasi muda
saat ini lebih suka menonton youtube atau bermain facebook, daripada menonton
wayang atau mengaji sehabis magrib. Melihat keadaan seperti ini seolah – olah
manfaat media pembelajaran hilang berganti menjadi racun bagi anak bangsa. Tindak
lanjut seharusnya menjadi perhatian bagi para pendidik, namun pengaruh
lingkungan cukup kuat untuk mencuci otak mereka. Saya sempat tersenyum, bahagia
menatap anak – anak bermain layang – layang, kelereng dll. Namun sempat miris
juga melihat anak – anak bermain game di hp, laptop bahkan ruang – ruang rental
PlayStation, entah itu hanya pandangan satu sisi yang saya lihat. Penurunan
semangat untuk kembali kebudaya lokal sangat drastis. Terlebih lagi penggunaan
game online yang marak dikerjakan anak lelaki, mulai dari yang masih kecil
hingga yang dewasa pun bisa lebih lama menghadapi komputer dibandingkan buku
pelajaran. Hal tersebut sangatlah berdampak negatif baik bagi fisik maupun mental.
Seperti lupa makan, sampai kurangnya bersosialisasi karena menganggap bermain
game itu sudah satu paket untuk mengisis kekosongan waktunya tanpa ada teman –
teman. Internet sangatlah membawa candu yang sangat sulit dihilangkan. Cara
untuk meminimalisirkannya adalah memperbanyak kegiatan, baik formal ataupun non
formal. Alangkah lebih baiknya peran orang tua lebih bisa ditonjolkan. Mengapa
demikian? Karena orang yang pertama sangat dekat dengan anak adalah orang tuanya
sendiri yang mampu membimbing anak untuk menemukan jati dirinya. Sehingga
kecerdasan anak bisa lebih terarahkan dan tidak melampaui batasan untuk
bermain. Bisa juga bukti kasih sayang
orang tua dengan tidak memberikan kebebasan untuk membelikan alat – alat
elektronik yang canggih ini, kalaupun iya sebaiknya ada batasan yang sesuai
usia sang anak. Dan melatih kedisiplinan sang anak, agar seimbang antara
berinteraksi sosial dan bermain teknologi canggih ini.
Dewasa ini, kita
dituntut mampu mendidik anak baik dalam sekolah maupun buah hati kita sendiri.
Semakin canggih teknologi, alangkah baiknya kita pun canggih dalam memberikan
inovasi dalam pendidikan. Untuk itu kita harus bijak dalam menggunakan
internet. Internet sendiri hanyalah alat yang dapat kita gunakan. Jika kita
tidak dapat mengontrolnya tidak menutup kemungkinan akan salah menempatkan
antara untung dan rugi, umumnya untuk anak didik kita, khususnya untuk diri
kita sendiri. Agar tercapainya suatu tujuan sehingga anak didik sebagai
pemerhati mendapatkan informasi yang sesuai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar