KAWAN2 TIA

Sabtu, 05 Januari 2013

ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN


HASIL ANALISIS
TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Ujuan Tengah Semester
Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen: Titin Yuniartin M.Pd







Disusun oleh :

Nama                   : Tia Ardianti
NPM                    : 11.07.0310


FAKULTAS TARBIYAH (PGMI III B)
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS JAWA BARAT

2012

DIBALIK MANFAAT TEKNOLOGI
MUTAKHIR
Sehubungan dengan tugas mata kuliah Media Pembelajaran, saya akan menguraikan analisis yang sudah saya lakukan tentang Media Pembelajaran. Media pembelajaran itu sendiri adalah alat untuk menyalurkan pesan atau informasi guna tersampainya suatu proses pembelajaran sehingga dapat merangsang perhatian siswa sedemikian rupa. Dilihat dari segi perkembangan saat ini, media pembelajaran dengan teknologi mutakhir lebih dipandang mudah karena dianggap lebih rinci dan mengena kesegala aspek. Salah satunya yaitu adanya internet yang telah menjamur keseluruh daerah. Tidak saja mengenal rinci tentang berbagai informasi, tetapi juga mempermudah berbagai kalangan mendapat informasi yang dibutuhkan secara efisien. Teknologi internet adalah teknologi yang perkembangannya paling cepat di dunia. Berbagai aspek kehidupan ada di dalamnya. Maka tidak heran banyak yang menggunakan jaringan internet dalam proses fasilitas dan aktifitas untuk mendukung pembelajaran. Sebagai media untuk mempermudah proses belajar mengajar di sekolah, diharapkan jaringan internet harus mampu memberikan dukungan demi berlangsungnya pembelajaran. Dalam melaksanakan tugasnya, guru diharapkan pula dapat menggunakan alat atau bahan pendukung dari alat yang sederhana sampai alat yang canggih. Karena itu, guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media internet iini. Kesulitan dalam penyampaian informasi para pendidik juga bisa lebih terminimalisir dengan adanya teknologi internet. Penerapan mata pelajarannya pun dengan modus penyampaian yang bervariasi sehingga dalam proses belajar mengajar tidak selalu monoton, karena tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kejenuhan peserta didik dalam proses menerima informasi. Namun, pendidik juga harus pintar dan jeli dalam penggunaan dan pemilihan bahan, jangan sampai bahan yang dipilihnya tidak cukup terkuasai sehingga peserta didik tidak merasakan kepuasan tersendiri karenanya. Atau bisa juga karena adanya ketidak cocokkan antara bahan ajar dan penyampaiannya, peserta didik menjadi jenuh dan tidak menyukai pelajaran yang kita sampaikan. Disinalah pentingnya peran pendidik. Dalam posisi seperti ini, penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa – apa saja yang dapat dilakukan oleh media, yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh guru. Dengan hadirnya media internet, bisa dikatakan guru bukanlah satu – satunya sumber belajar, tetapi sebagai fasilitator. Bahkan bisa juga internet dijadikan sumber belajar, karena cakupannya yang lebih luas.
 Berbicara tentang internet, di satu sisi sangat banyak keuntungan di dalamnya, namun disisi lain sangat di sayangkan banyak pihak yang sengaja menyalahgunakan media pembelajaran ini. Segala informasi sudah diterapkan dan merambah cepat, sangat sulit mencegah berbagai situs - situs tak bermoral untuk tidak dilihat oleh siswa siswi. Generasi muda saat ini lebih suka menonton youtube atau bermain facebook, daripada menonton wayang atau mengaji sehabis magrib. Melihat keadaan seperti ini seolah – olah manfaat media pembelajaran hilang berganti menjadi racun bagi anak bangsa. Tindak lanjut seharusnya menjadi perhatian bagi para pendidik, namun pengaruh lingkungan cukup kuat untuk mencuci otak mereka. Saya sempat tersenyum, bahagia menatap anak – anak bermain layang – layang, kelereng dll. Namun sempat miris juga melihat anak – anak bermain game di hp, laptop bahkan ruang – ruang rental PlayStation, entah itu hanya pandangan satu sisi yang saya lihat. Penurunan semangat untuk kembali kebudaya lokal sangat drastis. Terlebih lagi penggunaan game online yang marak dikerjakan anak lelaki, mulai dari yang masih kecil hingga yang dewasa pun bisa lebih lama menghadapi komputer dibandingkan buku pelajaran. Hal tersebut sangatlah berdampak negatif baik bagi fisik maupun mental. Seperti lupa makan, sampai kurangnya bersosialisasi karena menganggap bermain game itu sudah satu paket untuk mengisis kekosongan waktunya tanpa ada teman – teman. Internet sangatlah membawa candu yang sangat sulit dihilangkan. Cara untuk meminimalisirkannya adalah memperbanyak kegiatan, baik formal ataupun non formal. Alangkah lebih baiknya peran orang tua lebih bisa ditonjolkan. Mengapa demikian? Karena orang yang pertama sangat dekat dengan anak adalah orang tuanya sendiri yang mampu membimbing anak untuk menemukan jati dirinya. Sehingga kecerdasan anak bisa lebih terarahkan dan tidak melampaui batasan untuk bermain.  Bisa juga bukti kasih sayang orang tua dengan tidak memberikan kebebasan untuk membelikan alat – alat elektronik yang canggih ini, kalaupun iya sebaiknya ada batasan yang sesuai usia sang anak. Dan melatih kedisiplinan sang anak, agar seimbang antara berinteraksi sosial dan bermain teknologi canggih ini.
Dewasa ini, kita dituntut mampu mendidik anak baik dalam sekolah maupun buah hati kita sendiri. Semakin canggih teknologi, alangkah baiknya kita pun canggih dalam memberikan inovasi dalam pendidikan. Untuk itu kita harus bijak dalam menggunakan internet. Internet sendiri hanyalah alat yang dapat kita gunakan. Jika kita tidak dapat mengontrolnya tidak menutup kemungkinan akan salah menempatkan antara untung dan rugi, umumnya untuk anak didik kita, khususnya untuk diri kita sendiri. Agar tercapainya suatu tujuan sehingga anak didik sebagai pemerhati mendapatkan informasi yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar