KAWAN2 TIA

Minggu, 20 Januari 2013

PKN dianggap tidak penting


Uraikan masalah – masalah yang terjadi pada pembelajaran PKN SD, sehingga pelajaran PKN SD dianggap tidak penting bagi kehidupan masyarakat. Apa saja masalahnya, penyebabnya dan bagaimana solusinya?
Jawab:
Masalah yang terjadi pada pembelajaran PKN SD dianggap tidak penting bagi kehidupan masyarakat adalah:
·         Masalahnya:
Rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PKn, misalnya ketika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya maupun menjawab, rendahnya kerjasama siswa pada saat mengerjakan tugas kelompok, misalnya ketika guru memberikan tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok, siswa masih enggan untuk bertukar pendapat dengan temannya, siswa lebih mengandalkan temannya yang lebih pintar dalam mengerjakan tugas kelompok, misalnya ketika siswa mengerjakan tugas dalam kelompoknya, siswa yang lain bermain-main atau mengerjakan hal yang lain dengan tidak membantu temannya untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, rendahnya rasa tanggung jawab diantara siswa ketika mengerjakan tugas secara berkelompok, misalnya masih banyak siswa yang bermain-main ketika diminta untuk mengerjakan tugas secara berkelompok.

·         Penyebabnya:
Siswa akan merasa bosan untuk mengikuti proses pembelajaran PKn di kelas karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan juga akan mengakibatkan rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Sedangkan bagi guru, sulit terjadi interaksi positif dengan siswa apabila guru hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman siswa tentang pentingnya PKN dalam kehidupan sehari – hari. Mereka umumnya hanya sekedar mengetahui dan menghafal pasal – pasal UUD 1945 dan bab – bab lainnya, tanpa adanya pemahaman mendalam yang kemudian dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

·         Solusinya:
Dari ulasan di atas, kami berpendapat bahwa pendidikan kewarganegaraan khususnya bagi SD adalah sangat penting sekali, sedangkan untuk dapat tepat pada sasaran tujuan mulia PKN harus diadakan suatu reformasi pendidikan agar merubah sistem PKN yang saat ini tidak sesuai dengan harapan. Beberapa solusi pendekatan agar nilai dan moral yang digunakan dalam pembelajaran PKn tercapai adalah sebagai berikut :
1.      Evokasi
Pendekatan ini menekankan pada inisiatif siswa untuk mengekspresikan dirinya secara spontan yang didasarkan pada kekebasan dan kesempatan. Melatih siswa dengan cara seperti itu pada dasarnya merupakan salah satu bentuk pendewasaan agar terbiasa dalam merasakan manfaat situasi seperti itu, sehingga untuk masa-masa yang akan datang mereka pun dapat berbuat yang sama atau bahkan melebihinya. Keberhasilan pendekatan tersebut juga amat bergantung pada dorongan dan rangsangan yang diberikan guru dengan mengandalkan pada stimulus-stimulus tertentu. Selain peranan guru, peranan keluarga dan masyarakat juga amat penting.
2.      Inkulkasi (Menanamkan)
Pendekatan ini didasarkan pada sejumlah pertanyaan nilai dan moral yang telah disusun terlebuh dahulu oleh guru. Tujuannya adalah agar pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut masalah nilai tersebut dapat digunakan untuk mempengaruhi dan sekaligus mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan nilai yang sudah direncanakan.
3.      Pendekatan Kesadaran
Dalam hal ini yang menjadi sasaran adalah bagaimana mengungkap dan membina kesadaran siswa tentang nilai-nilai tertentu yang ada pada dirinya atau pada orang lain.
4.      Penalaran Moral
Salah satu pendekatan dalam pendidikan moral adalah penalaran moral dimana anak dilibatkan dalam suatu dilema moral sehingga keputusan yang diambil terhadap dilemma moral harus dapat diberikan alas an-alasan moralnya yang masuk akal. Dalam pengajaran PKn misalnya melibatkan siswa sebagai individu yang “merasakan” dan “larut” dalam situasi yang sengaja diciptakan untuk mendorong siswa menggunakan nalar dan perasaannya terhadap suatu situasi atau kejadian, prinsip, pandangan atau masalah merupakan upaya-upaya dasar dalam pendidikan nilai dan moral.
5.      Pendekatan Analisis Nilai
Melalui pendekatan ini siswa diajak untuk mengkaji atau menganalisis nilai yang ada dalam suatu media atau stimulus yang memang disiapkan oleh guru dalam mengajarkan pendidikan nilai dan moral. Siswa akan sampai pada tahapan menilai apakah suatu nilai itu dianggap baik atau tidak.
6.      Pendekatan Komitmen
Menggunakan dan menjalankan nilai – nilai luhur yang ada di dalam Pancasila dan UUD 1945. Tujuan utama pendekatan ini adalah untuk melatih disiplin siswa dalam pola pikir dan tindakannya agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai moral yang telah menjadi komitmen bersama itu.
7.      Pendekatan Memadukan (Union Approach)
Menyatukan diri siswa dengan pengalaman dalam kehidupan ‘riil’ yang dirancang oleh guru dalam proses belajar-mengajar. Proses penyatuan tersebut tidak lain adalah dimaksud agar siswa benar-benar mengalami secara langsung pengalaman-pengalaman yang direncanakan guru melalui berbagai metode mengajar yang dipilih guru untuk tujuan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar