Uraikan masalah – masalah yang terjadi pada
pembelajaran PKN SD, sehingga pelajaran PKN SD dianggap tidak penting bagi
kehidupan masyarakat. Apa saja masalahnya, penyebabnya dan bagaimana solusinya?
Jawab:
Masalah yang terjadi pada pembelajaran PKN SD
dianggap tidak penting bagi kehidupan masyarakat adalah:
·
Masalahnya:
Rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PKn, misalnya ketika
guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya maupun menjawab, rendahnya
kerjasama siswa pada saat mengerjakan tugas kelompok, misalnya ketika guru
memberikan tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok, siswa masih enggan
untuk bertukar pendapat dengan temannya, siswa lebih mengandalkan temannya yang
lebih pintar dalam mengerjakan tugas kelompok, misalnya ketika siswa
mengerjakan tugas dalam kelompoknya, siswa yang lain bermain-main atau
mengerjakan hal yang lain dengan tidak membantu temannya untuk mengerjakan
tugas yang diberikan oleh guru, rendahnya rasa tanggung jawab diantara siswa
ketika mengerjakan tugas secara berkelompok, misalnya masih banyak siswa yang
bermain-main ketika diminta untuk mengerjakan tugas secara berkelompok.
·
Penyebabnya:
Siswa akan merasa bosan
untuk mengikuti proses pembelajaran PKn di kelas karena guru hanya menggunakan
metode ceramah dan juga akan mengakibatkan rendahnya hasil belajar kognitif
siswa. Sedangkan bagi guru, sulit terjadi interaksi positif dengan siswa
apabila guru hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman siswa
tentang pentingnya PKN dalam kehidupan sehari – hari. Mereka umumnya hanya
sekedar mengetahui dan menghafal pasal – pasal UUD 1945 dan bab – bab lainnya,
tanpa adanya pemahaman mendalam yang kemudian dapat di aplikasikan dalam
kehidupan sehari – hari.
·
Solusinya:
Dari ulasan di atas,
kami berpendapat bahwa pendidikan kewarganegaraan khususnya bagi SD adalah
sangat penting sekali, sedangkan untuk dapat tepat pada sasaran tujuan mulia
PKN harus diadakan suatu reformasi pendidikan agar merubah sistem PKN yang saat
ini tidak sesuai dengan harapan. Beberapa solusi
pendekatan agar nilai dan moral yang digunakan dalam pembelajaran PKn tercapai adalah
sebagai berikut :
1. Evokasi
Pendekatan ini menekankan pada inisiatif siswa untuk mengekspresikan dirinya secara spontan yang didasarkan pada kekebasan dan kesempatan. Melatih siswa dengan cara seperti itu pada dasarnya merupakan salah satu bentuk pendewasaan agar terbiasa dalam merasakan manfaat situasi seperti itu, sehingga untuk masa-masa yang akan datang mereka pun dapat berbuat yang sama atau bahkan melebihinya. Keberhasilan pendekatan tersebut juga amat bergantung pada dorongan dan rangsangan yang diberikan guru dengan mengandalkan pada stimulus-stimulus tertentu. Selain peranan guru, peranan keluarga dan masyarakat juga amat penting.
Pendekatan ini menekankan pada inisiatif siswa untuk mengekspresikan dirinya secara spontan yang didasarkan pada kekebasan dan kesempatan. Melatih siswa dengan cara seperti itu pada dasarnya merupakan salah satu bentuk pendewasaan agar terbiasa dalam merasakan manfaat situasi seperti itu, sehingga untuk masa-masa yang akan datang mereka pun dapat berbuat yang sama atau bahkan melebihinya. Keberhasilan pendekatan tersebut juga amat bergantung pada dorongan dan rangsangan yang diberikan guru dengan mengandalkan pada stimulus-stimulus tertentu. Selain peranan guru, peranan keluarga dan masyarakat juga amat penting.
2. Inkulkasi
(Menanamkan)
Pendekatan ini didasarkan pada sejumlah pertanyaan nilai dan moral yang telah disusun terlebuh dahulu oleh guru. Tujuannya adalah agar pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut masalah nilai tersebut dapat digunakan untuk mempengaruhi dan sekaligus mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan nilai yang sudah direncanakan.
Pendekatan ini didasarkan pada sejumlah pertanyaan nilai dan moral yang telah disusun terlebuh dahulu oleh guru. Tujuannya adalah agar pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut masalah nilai tersebut dapat digunakan untuk mempengaruhi dan sekaligus mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan nilai yang sudah direncanakan.
3. Pendekatan
Kesadaran
Dalam hal ini yang menjadi sasaran
adalah bagaimana mengungkap dan membina kesadaran siswa tentang nilai-nilai
tertentu yang ada pada dirinya atau pada orang lain.
4. Penalaran
Moral
Salah satu pendekatan dalam
pendidikan moral adalah penalaran moral dimana anak dilibatkan dalam suatu dilema
moral sehingga keputusan yang diambil terhadap dilemma moral harus dapat
diberikan alas an-alasan moralnya yang masuk akal. Dalam pengajaran PKn
misalnya melibatkan siswa sebagai individu yang “merasakan” dan “larut” dalam
situasi yang sengaja diciptakan untuk mendorong siswa menggunakan nalar dan
perasaannya terhadap suatu situasi atau kejadian, prinsip, pandangan atau
masalah merupakan upaya-upaya dasar dalam pendidikan nilai dan moral.
5. Pendekatan
Analisis Nilai
Melalui pendekatan ini siswa diajak
untuk mengkaji atau menganalisis nilai yang ada dalam suatu media atau stimulus
yang memang disiapkan oleh guru dalam mengajarkan pendidikan nilai dan moral. Siswa
akan sampai pada tahapan menilai apakah suatu nilai itu dianggap baik atau
tidak.
6. Pendekatan
Komitmen
Menggunakan dan menjalankan nilai –
nilai luhur yang ada di dalam Pancasila dan UUD 1945. Tujuan utama pendekatan
ini adalah untuk melatih disiplin siswa dalam pola pikir dan tindakannya agar
senantiasa sesuai dengan nilai-nilai moral yang telah menjadi komitmen bersama
itu.
7. Pendekatan Memadukan (Union Approach)
Menyatukan
diri siswa dengan pengalaman dalam kehidupan ‘riil’ yang
dirancang oleh guru dalam proses belajar-mengajar. Proses penyatuan tersebut
tidak lain adalah dimaksud agar siswa benar-benar mengalami secara langsung
pengalaman-pengalaman yang direncanakan guru melalui berbagai metode mengajar
yang dipilih guru untuk tujuan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar